Pengalaman Magang di Astra

Pengalaman magang di Astra International Tbk saat masih menjadi Mahasiswa di Universitas Siliwangi.

Beberapa hari ini editor konten imaji.co mendesak saya buat cepat menyelesaikan artikel tentang pengalaman magang saya di Astra International Tbk.

Entah apa yang membuat menarik namun bagi saya pengalaman magang ini memiliki sisi positif dan negatif dalam karir saya.

Oke, mari kita mulai bercerita…

Mengapa Saya Magang di Astra International

Ada beberapa hal yang mendorong saya untuk magang di astra, namun yang membuat saya memutuskan untuk magang di perusahaan mutinasional ini adalah GENGSI.

Siapa yang tidak tahu astra interational? Hampir semua orang tahu astra merupakan perusahaan manufaktur terbesar di indonesia.

Membayangkan bisa bekerja di kantor pusat di perusahaan sebesar ini merupakan sebuah mimpi yang terlalu besar untuk saya yang berasal dari daerah, dari kampus yang baru menjadi universitas negeri selama tiga tahun. Belum lagi jurusan yang saya ambil masih memiliki akreditasi C, too good to be true.

Namun, lain cerita jika saya yang memiliki saudara yang bekerja di kantor cabang. Memang tidak membuat semua menjadi mudah begitu saja, namun setidaknya saya jadi tahu kapan jadwal magang, apa saja syaratnya dan apapun yang dibutuhkan untuk magang di Astra. Well, langsung aja masuk ke persyaratan ya.

Persyaratan Magang di Astra International Tbk

Sebelum mulai waktu magang, saya diminta beberapa persyaratan dokumen. Berikut beberapa dokumen yang diminta:

  1. Scan KTP
  2. Curriculum Vitae
  3. Ijazah SMA
  4. Surat Pengantar dari Perguruan tinggi

Simpel kan? Memang sedikit persyaratannya. Tapi data ini tidak sepenuhnya bisa menjadi acuan untuk magang di tahun ini atau kedepannya, karena saya magang di tahun 2017.

Persyaratan magang di Astra International

Test Masuk Magang di Astra

Selain diminta dokumen sebagai persyaratan, ada juga test psikotes dan wawancara seperti test kerja pada umumnya namun dengan porsi yang diturunkan.

Untuk wawancara juga hanya ditanya ‘kenapa mau magang di astra?’ ‘bisa skill ini (tergatung penempatan)?’ ‘kapan bisa masuk?’ intinya tidak sesulit wawancara kerja yang kadang harus mikir buat jawabnya.

Durasi Magang

Untuk durasi magang spertinya tidak bergantung di perusahaan namun menyesuaikan dengan program yang ada perguruan tinggi. Program magang atau PKL di kampus saya hanya 40 hari kerja, jadi saya hanya ‘bekerja’ di Astra International selama dua bulan.

Sewaktu saya mulai magang di Astra, ada bebrapa teman yang satu divisi dengan saya. Dua orang dari ITS Surabaya dan satu dari BINUS. Kedua teman saya yang dari ITS memiliki durasi yang sama dengan kampus saya, sedangkan satu teman saya yang dari BINUS magang selama enam bulan atau satu semester di Astra.

Sedikit bocoran guys, ada beberapa karyawan tetap yang saya kenal di Astra berasal dari program magang selama 6 bulan lalu diangkat. Jadi kalau kalian ada niatan buat kerja di astra, saya sarankan untuk magang lebih dari 5 bulan dan bekerja sungguh-sungguh.

Fasilitas

Well, pasti kalian juga nunggu bagian inikarena memang Astra International terbilang sangat baik dalam hal fasilitas, baik untuk karyawan maupun pemagang seperti saya. Berikut saya beberkan beberapa fasilitas yang diberikan untuk karyawan magang.

1. Uang saku

Uang saku memang bukan jadi tujuan utama bari orang yang melakukan intership. Pengalaman bekerja untuk dicantumkan di CV lebih berharga dari sekedar uang saku. Namun, jika ada uang saku bisa jadi nilai tambah supaya lebih bersemangat dalam bekerja. Astra membagi uang saku sesuai jenjang pendidikan.

  1. Pelajar SMA/SMK: Rp. 29.000,-/hari
  2. Mahasiswa S2/Magister: Rp. 49.000,-/hari
  3. Mahasiswa S1/Sarjana: Rp. 39.000,-/hari

Karena saya saat itu berada dalam program sarjana, jadi saya mendapat sekitar 850.000 perbulan.

2. Makan Siang

Untuk fasilitas makan siang di Astra, tidak ada perbedaan antara karyawan tetap dan karyawan magang. Dari level manager semuanya makan di satu tempat. Saya tidak berani menyebutkan kalau direktur atau jabatan yang lebih tinggi makan di sana karena saya sendiri tidak tahu banyak tentang direksinya.

Mekanisme yang digunakan untuk pembagian makan siang yaitu dengan voucher. Setiap karyawan diberi satu lembar berisi voucher untuk penggunaan satu bulan.

  1. Voucher hanya bisa digunakan di tanggal yang tertera.
  2. Voucher yang ada bisa digunakan pada 4 menu yang ada di tempat makan.
  3. Voucher bisa digunakan oleh karyawan lain

Ada 4 booth untuk penukaran voucher makan siang yang disediakan perusahaan untuk karyawan:

A. Booth 1

Menu yang disediakan lebih familiar dengan lidah Indonesia. Ada beberapa menu yang pernah saya makan di booth ini, seperti sate, ayam rica-rica, rendang, dan banyak menu lain berasal dari beberapa daerah.

B. Booth 2

Menunya vegetarian, sebenarnya saya jarang sekali mengunjungi booth ini. Namun, ada satu menu yang membuat saya teringat akan rasanya sampai saat ini. Kwitiaw di booth ini ga ada duanya, enak banget. Kalau kalian punya kesempatan untuk magang di Astra, saya sangat-sangat-sangat menyarankan untuk memakan menu ini dicampur sambal cabai merahnya.

C. Booth 3

Pada booth ini menyediakan berbagai roti dan kue sebagai pengganti nasi. Jadi kalau saya bosan makan nasi, biasanya saya mampir ke booth ini.

D. Booth 4

Booth ini tidak berada di tempat yang sama dengan yang sebelumnya. Di booth ini menyediakan fast food seperti fried chicken, burger, coffee, dll. Tapi pada booth ini kupon yang dimiliki tidak bisa ditukarkan ke seluruh menu. Voucher hanya bisa digunakan kepada beberapa menu tertentu.

Pelaksanaan Magang di Astra

Berikut ini merupakan pelaksanaan magang yang Saya lakukan.1.

1. Akses

Saat mulai waktunya untuk magang, saya diarahkan ke recipsionist untuk pembuatan kartu akses menuju ke ruangan kerja, karena tidak semua orang bisa masuk bebas ke ruangan kerja.

2. Kontrak

Ada kontrak yang ditanda tangani sebelum mulainya magang. Kamu akan diarahkan ke ruangan HRD. Pada kontraknya akan berisi beberapa klausul untuk pihak 1 dan pihak 2. Ada beberapa poin utama yang saya ingat.

  1. Jam masuk mengikuti jam kerja karyawan
  2. Presensi khusus yang diberikan untuk pemagang digunakan juga untuk penghitungan uang saku
  3. Mendapatkan mentor untuk pemagang
  4. Dilarang menyebarkan asset perusahaan

Mungkin cuma itu yang bisa saya ingat, selebihnya seperti kontrak kerja pada umumnya.

3. Mentor

Sebelum saya membahas bagian ini, saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada beberapa mentor yang telah mengajari saya banyak hal selama magang di Astra.

Special honor to:

  • Mbak Christine Fernandes
  • Mbak Anna
  • Mbak Vika
Default image
Fachrurroji Ozi
What is bravery, without a dash of recklessness?

Leave a Reply