Cara Menentukan Besar Volume Order Forex

Sangat penting dalam menentukan volume order dalam berbagai jenis investasi manapun, termasuk dalam forex karena dapat menentukan rugi atau untung para trader. Untuk lebih lengkapnya ada di bawah ini.
Cara Menentukan Besar Volume Order forex di Indonesia

Cara Menentukan Besar Volume Order Forex – Dalam investasi volume order adalah salah satu instrumen yang sangat penting, termasuk juga dalam investasi trading forex. Ada banyak trader atau investor yang kebingungan karena volume order yang memang sulit untuk ditentukan dalam suatu periode trading.

Volume penjulan yang tidak seimbang dengan volume permintaan dapat mengakibatkan suatu nilai harga turun ataupun sebaliknya. Hal tersebut tentu saja dapat menjadi suatu kesempatan atau keuntungan yang besar tetapi juga dapat menjadi kerugian yang cukup besar.

Nah untuk kamu yang masih bingung bagaimana cara menentukan besar volume order dalam forex yang tepat, ada beberapa cara yang dapat kamu lakukan yang akan dijelaskan pada artikel di bawah ini.

5 Cara Menentukan Besar Volume Order Forex

Cara Menentukan Besar Volume Order forex di tokocrypto

Ada beberapa cara yang dapat kamu lakukan dalam menentukan besar volume order forex, diantaranya sebagai berikut ini :

1. Ukuran Tetap

Cara menentukan besar volume order pertama ialah dengan cara memperjualbelikan aset dengan jumlah voulme yang sama atau tetap pada setiap sesi trading. Sebagai contoh kamu dapat menjual 100 USD dalam 10 kali sesi trading ketika nilai ekuitas yang kamu miliki adalah 1.000 USD.

Kekurangan dari cara ini adalah tidak maksimalnya keuntungan yang kamu dapat, karena tidak bisa membeli ataupun menjual banyak mata uang ketika sedang adanya pergerakan nilai aset yang lebih tinggi ataupun sebaliknya.

Tetapi kelebihan dari cara ini adalah mudah dipahami dan adanya biaya spread yang kamu bayarkan mudah dihitung, sehingga cocok untuk para trader pemula.

2. Berdasarkan Harga

Cara menentukan besar volume order selanjutnya ialah dengan berdasarkan harga dimana strategi trading volume order ini, kamu harus mengetahui dahulu berapa uang yang akan digunakan untuk membeli suatu aset mata uang dan berapa modal yang akan dipakai untuk membeli suatu aset mata uang lainnya. 

Sebagai contoh, nilai margin equity yang kamu miliki adalah sebesar Rp1.200.000 dan nilai tukar USD terhadap rupiah adalah 1 USD sama dengan 12.000. Kita asumsikan saja tidak ada biaya transaksi, maka kamu mendapatkan dolar sebanyak 100 unit atau 1 nano lot. 

3. Sesuai Persentase Ekuitas

Selanjutnya ada cara dengan yang menyesuakain persentase ekuitas untuk menentukan besar volume order forex.

Semakin tinggi persentase volume order jika dibandingkan dengan total ekuitas, maka semakin tinggi juga risiko trading. Oleh sebab itu, baiknya rasio volume trading ini tidak lebih dari 1%-2% dari total ekuitas karena jika ketika kita merugi, ekuitas yang kamu miliki masih ada sisa.

Terdapat kelebihan jika kita menggunakan penyesuaian persentasi ekuitas untuk menentukan volume, diantaranya :

  1. Jumlah volume yang kamu tukarkan bisa meningkat seiring dengan peningkatan total ekuitas yang kamu miliki.
  2. Pendekatan ini cocok untuk trader pemula ataupun trader yang mempunyai modal minim.

Kekurangannya adalah meskipun sudah mendefinisikan risiko, pendekatan ini masih belum menghitung pada level berapa stop loss harus di pasang.

Adapun rumus menghitung volumer order yang dapat kamu gunakan untuk melakukan cara ini ialah sebagai berikut :

Volume order = Ekuitas * Risiko (%) / Jumlah yang ingin diperdagangkan * Leverage

4. Menggunakan Stop Loss

Untuk menggunakan cara stop loss dalam menentukan volume, ada beberapa langkah yang harus kamu perhatikan. Pertama kamu harus menentukan persentase resiko, menetapkan level stop loss dengan hitungan pip dan memasukan hasil poin langkah sebelumnya dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

Volume order = Ekuitas * Risiko (%) / (Stop Loss dalam pip * Jumlah transaksi yang diinginkan dalam bentuk pip)

Dalam menggunakan cara satu ini, kamu paham bahwa pip adalah empat angka di belakang koma jadi kalau harga menjadi 1 pip untuk kontrak standar (10.000 unit) setara dengan $1 dihasilkan dari 0.0001 x 10.000. Jadi, jika kamu akan melakukan pertukaran 100 lot suatu aset, maka nilai pip tersebut adalah 0,1 (0.0001 x 100). 

5. Menggunakan Kelly Criterion

Cara terkahir untuk menentukan besar volume order forex ialah menggunakan cara Kelly Criterion. Cara ini merupakan sebuah formula yang ditemukan oleh John L. Kelly pada tahun 1956 yang diberi nama sesuai nama penemunya Kelly.

Dalam cara ini kamu dapat menentukan jumlah volume yang didasarkan pada probabilitas win and loss history atau riwayat kemenangan dan kekalahan yang telah didapatkan sebelumnya.

Untuk rumusnya sendiri, ialah sebagai berikut ini :

K = p x B (1 – p) / B

Keterangan:

  • K = Jumlah volume trading. 
  • p = Persentase probabilitas kemenangan. 
  • 1 – p = Persentase kerugian. Variabel ini biasanya juga didenominasikan dengan q. 
  • B = Reward/risk ratio yang bersedia dikorbankan oleh trader.

Dalam penggunaan cara ini, trader tidak di rekomendasikan untuk memulai trading jika nilai B=p/q atau ketika jumlah risk/reward ratio sama dengan persentase win and loss history yang telah didapatkan sebelumnya.

Penutup

Nah, itulah tadi penjelasan mengenai informasi cara menentukan besar volume order forex yang telah kami jelaskan pada tulisan di atas.

Semoga informasi ini bermanfaat dan dapat membantu kamu dalam permasalahan yang ada dan kamu alami saat ini ya.

Sekian dan Terima Kasih !

Ricad Mulyana
Seorang Tech Enthusiast dengan berbagai kesibukan, mulai dari bekerja hingga main game.